Imam Tirmidzi meriwayatkan : Suatu ketika sahabat Hanzhalah melintasi rumah Abu Bakar sambil menangis. Secara
kebetulan Abu Bakar sedang ada di rumah dan mengetahui hal itu.
Abu Bakar kemudian mendekat. “Ada
apa Sahabatku?” Tanya Abu Bakar. “Kenapa kau menangis?”
“Aku benar-benar seorang munafik,
Abu Bakar,” kata Hanzhalah. “Bagaimana tidak?! Jika berada disisi Rasulullah,
mendengar nasehat-nasehat Beliau, aku selalu ingat Allah dan akhirat. Namun,
jika kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga, yang aku bicarakan banyak
soal harta dan dunia serta senda gurau lainnya.”
Abu Bakar jadi merasa, ternyata
dirinya selama ini juga demikian.
“Aku tak berbeda denganmu,
Hanzhalah,”kata Abu Bakar. Karena merasa senasib, Abu Bakar kemudian mengajak
Hanzhalah menemui Rasulullah.
Rasulullah menyambut mereka
dengan wajah ceria.
“Ada apa denganmu Hanzhalah?” Tanya
Rasulullah. “Mengapa kau menangis?”
Hanzhalah kemudian menceritakan
perihal dirinya seperti yang ia ceritakan kepada Abu Bakar.
Rasulullah kemudian berkata,”
Jika kalian selalu seperti itu di sisiku, para malaikat akan berebut
menghampiri kalian untuk berjabat tangan. Tapi kau pun perlu tahu, Hanzhalah.
Sesungguhnya segala sesuatu ada waktunya.”
Ada saat-saat untuk beribadah dan
saat-saat untuk memikirkan dunia.
Sumber: Buku ketika Rasulullah
bangun kesiangan karya Muslich Taman.
Label:
Kisah,
Sahabat

Previous Article

Responses
0 Respones to "Segala Sesuatu Ada Waktunya"
Posting Komentar